Tuesday, November 24, 2009

colors in nature

Check out this SlideShare Presentation:

MANUSIA DAN MAKHLUK LAIN


Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang


Al-Qur’an mengabarkan kepada kita semua bahwa , manusia telah berada di muka bumi , sejak Nabi Adam di-deportasi dari Sorga dan diturunkan ke bumi , karena ter-kontaminasi godaan Iblis , makan buah khuldi yang terlarang . Hal itu terjadi jutaan tahun atau milyaran tahun yang lalu , tak seorang-pun yang tahu secara pasti .

Hanya Allah SWT. yang tahu bagaimana kejadian yang sebenarnya dan kapan hal itu terjadi . Allah MahaBesar , Allah MahaTahu .

Manusia pertama (Adam) , diciptakan Allah dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk , kemudian ditiupkan ROH ke dalamnya . Sebelum itu Allah telah menciptakan Malaikat dari berkas cahaya dan bangsa jin dari api yang sangat panas membakar .

Setelah Adam tercipta , Allah memerintahkan kepada seluruh malaikat termasuk iblis agar sujud kepada Adam , sebagai penghormatan terhadap ciptaan Allah . Para malaikat-pun patuh dan semuanya sujud kepada Adam , kecuali iblis yang membangkang tidak mau sujud . Dia menganggap dirinya lebih tinggi derajatnya karena diciptakan dari api sedangkan Adam hanya dari tanah lumpur yang kering . Allah sangat murka , dan kemudian mengusir iblis dari dalam sorga dan mengutuknya menjadi penghuni neraka Jahannam pada hari perhitungan nanti . Oleh karena telah diputuskan sebagai makhluk yang sesat , iblis mengajukan permohonan kepada Allah SWT. agar diberi kesempatan untuk menyebarkan kerusakan dan kejahatan di muka bumi . Allah SWT. menyetujui dan memberi waktu kepada iblis sampai dengan hari kiamat . Iblis beserta balatentaranya diijinkan untuk menggoda dan mengajak umat manusia menjadi mitranya dalam kesesatan dan kejahatan , kecuali hamba-2 Allah yang saleh dan ta’at pada perintah Allah . (Al Hijr:26-43)


Allah mengangkat manusia sebagai khalifah di muka bumi . Manusia bukanlah satu-2-nya species yang ada , tapi ia adalah makhluk yang paling cerdas dimuka bumi . Manusia dikaruniai akal budi dan sekaligus nafsu , serta bebas menggunakannya kapan saja dan di mana saja , sekehendak hatinya . Keseimbangan dalam menggunakan akal dan pengendalian terhadap nafsunya , membedakan derajat kemanusiaan antara manusia yang satu dengan lainnya . Manusia yang lebih banyak menggunakan akal budinya dalam kegiatannya akan memiliki derajat yang lebih tinggi , bila dibandingkan dengan mereka yang lebih cenderung hanya menurutkan hawa nafsu dan amarahnya . Golongan kedua tersebut mungkin tidak ada bedanya dengan binatang , karena tindakannya hanya dikendalikan oleh instinct dan nafsunya saja .

Namun demikian , manusia sering tidak mampu atau mungkin tidak mau menggunakan akal sehatnya , dan lebih senang berpanjang angan-2 , berkhayal dan mengumbar daya imajinasinya yang liar tak terkendalikan . Dan tidak jarang , akhirnya berujung pada pengingkaran terhadap eksistensi Tuhan . Hal mana bisa terjadi karena kebodohan , karena kesombongan atau karena kelakuannya yang Sinting Gila Miring .

“Tiadakah menjadi petunjuk bagi mereka , berapa banyak umat Kami binasakan sebelum mereka ? Padahal di kediaman umat (dahulu) , mereka (sekarang) ber-jalan-2 . Sungguh , dalam hal yang demikian ada tanda-2 (kekuasaan Kami) bagi orang yang punya pikiran .“ (Thaha / 20:128) .

Ada segolongan orang yang memiliki hobby beradu argumentasi , berdebat , dan berpolemik , cuma sayangnya tidak didukung dengan landasan ilmu yang memadai . Sehingga perdebatannya kerap kali menjadi panas , melenceng , serta melantur ke-mana-2 . Dan tanpa disadari memasuki wilayah-2 yang sudah tidak relevant lagi . Kalau sudah begitu , maka mudah sekali bagi syaitan ikut nimbrung dan membisikkan kemungkaran , kedurhakaan , dan kesesatan .


Dan diantara manusia ada orang yang berbantah mengenai Allah tanpa pengetahuan , dan mengikuti setiap syaitan yang tegar durhaka . “ (Al hajj / 22:03)


Sebenarnya kalau saja mereka mau berfikir jernih tentang penciptaan manusia dan proses terjadinya anak keturunan mereka , serta bagaimana tanaman dan tumbuh-2-an bisa berkembang biak di bumi yang gersang , pastilah mereka tidak akan tersesat sedemikian jauh.


“Hai manusia ! Jika kamu ragu-2 mengenai kebangkitan , maka sungguh , Kami telah ciptakan kamu dari tanah , kemudian dari setetes mani , kemudian dari segumpal darah , kemudian dari segumpal daging , sebagian berbentuk (bagus) , sebagian lagi tidak berbentuk , supaya Kami dapat menjelaskan (kekuasaan Kami) kepadamu . Dan Kami taruh dalam rahim siapa yang Kami kehendaki , sampai waktu yang ditentukan . Kemudian Kami keluarkan kamu sebagai anak (bayi) hingga kamu mencapai usia dewasa . Di antara kamu ada yang dimatikan , dan di antara kamu ada yang kembali menjadi pikun karena usia lanjut , sehingga tiada mengetahui sesuatu , sesudah mempunyai pengetahuan . Dan kamu lihat bumi terhampar gersang . Tapi ketika kami turun kan hujan diatasnya , iapun bergerak subur mengembang , menumbuhkan berbagai tanaman indah (ber-pasang-2) . “ (Al Hajj / 22:05) .



Disamping manusia , Tuhan menciptakan pula berbagai makhluk lain baik yang tinggal di bumi ataupun di langit , di alam nyata maupun di alam ghaib . Di bumi kita bisa menemukan berbagai macam binatang yang hidup di atas dan di dalam tanah , di dalam laut , dan yang terbang di udara . Dimulai dari yang paling kecil seperti kuman , kutu , dan jasad renik lainnya sampai yang terbesar seperti gajah , badak , kuda nil , ikan paus , binatang-2 prasejarah , dan lain sebagai nya . Dari dunia flora , kita juga bisa melihat berbagai macam pohon dan tumbuh-2-an , dari jenis rumput-2-an dan tumbuhan perdu sampai pohon-2 raksasa di rimba raya Kalimantan , ditaman suaka alam Yelowstone National Park di Amerika Serikat dan di hutan belantara Afrika . Disamping itu , kita jumpai pula , deretan gunung yang tinggi menjulang , batu-2 yang bertebaran , sungai-2 yang deras airnya , lautan dan samudra yang membelah daratan , dan semua yang ada di atas dan di dalam bumi .

Semua itu adalah makhluk Allah dan semuanya sujud dan bertasbih kepada MahaPencipta-nya dengan caranya masing-2 , hanya saja kita tidak tahu bagaimana caranya . Seluruh alam semesta dengan segala isinya , baik berupa benda hidup ataupun benda mati , bernyawa atau tidak , di dalam bumi atau di atasnya , di langit atau di atas benda-2 ruang angkasa lainnya , semuanya ciptaan dan milik Tuhan Rabbi ‘l ‘Izzati . Hal ini dijelaskan dalam firman-2-Nya , yang antara lain adalah :

· Surat An-Nahl ayat 49-50 ,“ Dan kepada Allah semata bersujud apa yang di langit dan apa yang di bumi , binatang maupun malaikat , sedang mereka tidak menyombongkan diri . Mereka takut kepada Tuhannya yang berada di atas mereka . Dan mereka melakukan apa yang diperintahkan kepada nya “ ;

· Surat Al-Isra’ ayat 44 ,“ Bertasbih memuji-Nya langit yang tujuh , dan bumi serta makhluk yang ada di atas keduanya . Dan tiada sesuatupun yang tiada tasbih memuji-Nya , tapi kamu tidak mengerti pujiannya . Sungguh , Ia Maha Penyantun , Maha Pengampun ;

· Surat Thaha ayat 06 ,“ Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi , segala yang ada antara keduanya , dan segala yang ada di bawah tanah “ .

· Surat Al-Hajj ayat 18 ,“ Apakah kamu tidak mengetahui bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada dilangit dan dibumi , matahari , bulan , bintang , gunung , pohon-2-an , binatang-2 yang melata dan sebagian besar dari manusia “


Kecuali makhluk yang nyata tampak dilihat mata , Tuhan menciptakan pula makhluk-2 ghaib yang tidak kasat mata , seperti malaikat , jin , setan , serta binatang atau benda-2 ruang angkasa yang tidak kita kenal . Kita tidak tahu bagaimana bentuk dan rupanya , dimana mereka berada , dan bagaimana kehidupannya . Dan semua itu menjadi rahasia Allah

“Kepunyaan Allah yang ghaib di langit dan di bumi .......“ (An Nahl /16:77) ;

“Demikianlah (Allah) yang mengetahui (segala) yang ghaib dan (segala) yang nyata kelihatan . (Ia) yang Maha Perkasa , yang Maha Penyayang .“ (As Sajadah /32:06) .



Malaikat diciptakan Allah dari berkas cahaya , jumlahnya banyak sekali dan mereka ada di-mana-2 baik di bumi maupun di langit . Beberapa nama malaikat beserta tugas yang menjadi tanggung jawabnya antara lain : malaikat Jibril pembawa wahyu , malaikat Mika’il pembagi rezeki , malaikat Izra’il pencabut nyawa , malaikat Israfil peniup sangkakala , malaikat Ridwan penjaga pintu sorga , malaikat Malik penjaga pintu neraka , malaikat Rakib dan Atid pencatat amalan manusia , malaikat-2 pendukung Arasy dan masih banyak lagi yang lain . Tidak seperti manusia , malaikat tidak memiliki nafsu dan tidak mempunyai keinginan macam-2 seperti bangsa manusia dan jin , yang kalau perlu melanggar perintah Allah . Malaikat selalu patuh menjalankan perintah Allah tanpa reserve ; sekali ia diperintahkan untuk bertasbih , misalnya , maka ia akan bertasbih sampai hari kiamat , tanpa berhenti .


Malaikat sering digambarkan sebagai makhluk yang sangat besar dan bersayap . Mereka mampu terbang dengan kecepatan cahaya atau mungkin lebih cepat lagi dari itu . Kalau tidak , mana mungkin mereka mampu melanglang Jagad raya di langit yang tujuh , dari galaksi yang satu ke galaksi yang lain , dan sebaliknya , dan bahkan menghadap Tuhan Rabbi ‘l ‘alamin di Sidratil Muntaha . Mengenai keseharian para malaikat , dan apakah malaikat juga mengalami mati seperti manusia , hanya Tuhan yang tahu .


Beberapa ayat Al-Qur’an yang mengungkap mengenai malaikat antara lain :

· Surat Fathir ayat 01 ,“ Segala puji bagi Allah , pencipta langit dan bumi , yang menjadikan malaikat sebagai utusan yang bersayap dua ,tiga , atau empat (pasang) . Ia tambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Ia kehendaki . Sungguh , Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu “ ;

· Surat Az-Zumar ayat 75.“ Dan kau lihat malaikat-2 menge lilingi Arasy melingkar sekitar , bertasbih memuji Tuhan nya . Diberikan keputusan antara mereka dengan keadilan , dan (dari segala penjuru kedengaran suara) berkata : “Segala puji bagi Allah , Tuhan semesta alam ! “

· Surat Al-Mukmin ayat 07 dan 08 ,“ Mereka yang memikul Arasy dan mereka yang disekitarnya bertasbih memuji Tuhannya , beriman kepada-Nya dan memohon ampun bagi mereka yang beriman ,“ Tuhan kami ! Kau meliputi segala sesuatu dengan rahmat dan ilmu , maka ampunilah mereka yang bertaubat dan mengikuti jalan-Mu. Peliharalah mereka dari azab api neraka ! “. Tuhan kami ! Masukkanlah mereka ke sorga-2 Adnin yang Kau janjikan kepada mereka , dan orang-2 saleh diantara nenek moyang , isteri-2 dan keturunan mereka ! Kaulah yang Maha perkasa , yang Maha Bijaksana .“ ;

· Surat Al-Furqon ayat 25 ,“ Pada hari langit terbelah dengan awan-2 yang putih , dan malaikat-2 diturunkan ber-gelombang-2 .“ ;

· Surat Al-Mursilat ayat 01-07 ,“ Demi (malaikat-2) yang dikirim ber-iring-2-an . Dan yang (seperti angin) bertiup kencang meng-hentak-2 . Dan yang menebarkan (pesan) ke-mana-2. Dan yang membedakan (yang hak dari yang batil) . Dan yang menyampaikan wahyu . Untuk memberi alasan atau peringatan-2 . Bahwa sungguh , apa yang dijanjikan kepadamu , pasti akan terjadi . “ .



Makhluk ghaib lain yang sering kita dengar namanya adalah jin . Tuhan menciptakan jin jauh sebelum penciptaan manusia pertama (Adam) dan menurut setengah riwayat konon jin diciptakan pada hari Kamis , 2000 tahun sebelum diciptakannya Adam . Apabila Malaikat diciptakan dari berkas-2 cahaya dan manusia diciptakan dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk , maka jin diciptakan dari api yang sangat panas membakar .

Dari buku-2 yang bercerita mengenai jin , dikatakan bahwa jin mempunyai kehidupan seperti manusia , mereka makan dan minum , bermasyarakat , memiliki peradaban , berkeluarga dan mempunyai anak . Di antara mereka ada yang baik dan ada yang jahat , ada yang beriman kepada Allah dan ada yang kafir , namun sebagian besar dari bangsa jin adalah makhluk yang sangat jahat , suka menggoda dan menyesatkan manusia . Jin jahat yang suka menggoda dan menyesat kan manusia disebut juga syaitan .

Mereka juga tinggal di bumi , hanya saja dalam dimensi yang berbeda dengan manusia sehingga mereka tidak kasat mata . Diriwayatkan bahwa bangsa jin sudah menempati bumi jauh sebelum Nabi Adam diturunkan dari sorga , dan mereka sudah memiliki peradaban yang sangat maju bahkan telah mampu naik kelangit, mengintip apa yang dilakukan oleh para malaikat .

“Dan Kami menjaganya terhadap setiap syaitan yang terkutuk. Kecuali (syaitan) yang mendengarkan (malaikat) dengan men-curi-2. Ia dikejar oleh api menyala yang terang (kelihatan).“ (Al Hijr /15:17-18) ;

“Sungguh , telah Kami hiasi langit terdekat dengan hiasan bintang-2 . Dan telah kami jaga dari setiap syaitan , yang tegar dalam kedurhakaan .Tiada mereka dapat pasang kupingnya kearah persidangan tingkat tinggi (majelis para malaikat) Mereka dilempari dari segala penjuru . Untuk mengusir (mereka) . Dan bagi mereka azab yang kekal . Kecuali mereka yang sembunyi-2 mencuri (pembicaraan) . Ia dikejar api menyala yang cemerlang menikam .“

(As Shaffat/37:06-10) .

Menurut riwayat , iblis termasuk golongan jin dan merupakan bapak bangsa jin seperti halnya Adam adalah bapak bagi bangsa manusia . Semula iblis adalah hamba Allah yang sangat pandai dan sangat ta’at beribadah kepada Tuhan seru sekalian alam . Karenanya ia mendapat status yang tinggi disisi Allah dan diizinkan duduk dan bergaul dengan para malaikat . Pada waktu itu , Iblis dan balatentaranya diberi kehormatan untuk menjaga sorga , namun rasa bangga yang berlebihan membuatnya membusungkan dada dan menyombongkan diri ,“ Aku diberi kehormatan oleh Allah SWT. seperti ini adalah karena kelebihan saya atas para malaikat.“ Dari sini sudah kelihatan bibit-2 kesombongannya , yang akhirnya menjerumuskannya ke dalam suatu kesalahan yang sangat fatal yakni menolak sujud kepada Adam , pada saat semua malaikat patuh dan sujud kepada Adam , karena perintah Allah SWT. semata .

Setelah lama bergaul dengan para malaikat , akhirnya iblis dikategorikan sebagai bagian dari malaikat .



“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat ,“ Sujudlah kamu kepada Adam .“ Maka sujud lah mereka kecuali iblis ………” (Al Baqarah/02:34) .

Beberapa ahli bahkan mengatakan bahwa dahulunya iblis termasuk malaikat yang bernama Azazil dan memiliki empat pasang sayap . Nama iblis dipakai setelah ia dilaknat oleh Allah karena tidak mau sujud kepada Adam , kemudian diusir dari sorga dan dijauhkan dari rahmat-Nya .

Pada zaman muhammad Rasulullah , serombongan jin menghadap Nabi untuk mendengarkan wahyu Ilahi , dan setelah itu mereka kembali kepada bangsanya dan menceritakan bahwa mereka telah mendengar wahyu Allah dalam Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan sesudah Nabi Musa , yang membenarkan Kitab-2 sebelumnya . Dan mereka kemudian mengajak kaumnya untuk beriman kepada Allah SWT.

Al-Qur’an banyak sekali menceritakan segala sesuatu yang berkaitan dengan jin baik dalam surat Al-Jin maupun dalam surat-2 yang lain , yang antara lain adalah :

· Surat Al An’am ayat 100 : “Dan mereka (orang-2 musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah ,padahal Allah-lah yang menciptakan jin-2 itu , dan mereka bohong dengan mengatakan ,“ Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-2 dan perempuan .“ tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan . MahaSuci Allah dan MahaTinggi dari sifat-2 yang mereka berikan .“ ;

· Surat Al An’am ayat 130 : “Hai golongan jin dan manusia,apakah belum datang kepadamu rasul-2 dari golongan kamu sendiri , yang menyampaikan kepadamu ayat-2-Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini ? ...................“ ;

· Surat Al A’raf ayat 38 : “Allah berfirman ,“ Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-2 jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu . ..” ;

· Surat Al A’raf ayat 179 : “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia , mereka mempunyai hati , tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-2 Allah) dan mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-2 kekuasaan Allah) , dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunaknnya untuk mendengar (ayat-2 Allah) . Mereka bak binatang ternak , bahkan mereka lebih sesat lagi . Mereka itulah orang-2 yang lalai .“ ;

· Surat Al Isra’ ayat 88 : “Katakanlah ,’ Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur’an ini , niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya , sekali-pun mereka saling membantu antara satu dan lainnya.“

· Surat Al Kahfi ayat 50 : “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat ,“ Sujudlah kamu kepada Adam .“ Maka sujudlah mereka kecuali iblis . Dia adalah dari golongan jin , maka ia mendurhaka perintah Tuhannya . Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-2-nya sebagai pemimpin selain daripada-Ku , sedang mereka adalah musuhmu ? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-2 yang dhalim .“ ;

· Surat An Naml ayat 39 : “Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin ,‘Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu ; sesungguhnya aku benar benar kuat untuk membawanya , lagi dapat dipercaya .“ ;

· Surat Saba’ ayat 12 : “Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman , yang perjalanannya diwaktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanan nya diwaktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan tembaga cair baginya . Dan sebagian dari jin ada yang bekerja dihadapannya (dibawah kekuasaannya) dengan ijin Tuhannya . Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami , Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya me-nyala-2 .” ;

· Surat Al Ahqaf ayat 29 : “Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mende ngarkan Al-Qur’an , maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya) lalu mereka berkata ,“ Diamlah kamu (untuk mendengarkannya).” Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan .“ ;

· Surat Adz Dzariat ayat 56 : “ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka me nyembah-Ku .“ ;

· Surat Ar Rahman ayat 15 : “Dan Dia menciptakan jin dari nyala api .“ ;

· Surat Ar Rahman ayat 33 : “Hai golongan jin dan manusia , jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi , maka lintasilah , kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan .“ ;

· Surat Ar Rahman ayat 56 : “Di dalam sorga itu ada bidadari-2 yang sopan menundukkan pandangannya , tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-2 sorga) dan tidak pula oleh jin .“ ;

· Surat Al Hijr ayat 27 : “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang panas .“ ;

· Surat Al-Jin ayat 01-04 : “Katakanlah (Muhammad) , ‘ Diwahyukan kepadaku , bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-Qur’an) dan berkata ,‘ Kami telah mendengarkan Al-Qur’an yang menakjubkan .’ ;‘ Yang membawa ke jalan yang benar . Maka kamipun ber iman kepadanya , Dan tiada kami persekutukan sesua tupun dengan Tuhan kami .’ ; ‘ Dan bahwa sungguh , Maha Tinggi Tuhan kami dalam kemuliaan-Nya , Dan tiada Ia mengambil isteri dan tiada Ia berputra .’ ; ‘Dan bahwa sungguh , ada yang safih (dungu) diantara kami yang mengucapkan dusta keliwatan mengenai Allah .‘ “ ;

· Surat Hud ayat 119 : “ .... sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka semuanya) .“


Disamping makhluk-2 tersebut di atas baik yang dhohir maupun yang ghaib , masih adakah makhluk-2 lain yang diciptakan Allah diluar tatasurya kita atau di luar galaksi Bimasakti dimana tatasura kita berada ? Sebuah pertanyaan besar yang sampai sekarang para ilmuwan dan ahli ruang angkasa belum berhasil memperoleh jawaban yang konkrit. Banyak theorie dan hyphotesa yang mereka kemukakan tapi sebagian cenderung masih dalam bentuk science fiction .

Tuhan Allah seru sekalian alam telah memastikan bahwa makhluk-2 asing (alien) yang nyata maupun yang maya (ghaib) memang ada , hanya saja karena keterbatasan-2 yang ada pada umat manusia , kita belum atau tidak diberikan ilmunya , mengenai bagaimana bentuknya ? Apakah jenis binatang atau makhluk cerdas seperti manusia ? Bagaimana tingkat peradabannya , lebih tinggi atau lebih rendah dari manusia ? Di bagian mana saja di jagad raya milik Allah ini mereka hidup dan berkembang biak ? Dan sebagainya dan sebagainya ????



Bertasbih memujinya langit yang tujuh , dan bumi serta makhluk yang ada di atas keduanya ..” (Al Isra’ /17:44) ;

“Setiap (makhluk) yang ada di langit dan di bumi , nisca ya datang kepada yang Maha pemurah sebagai hamba .“ (Maryam /19:93) ;

“Dan tiada Kami jadikan langit dan bumi , dan segala yang ada antara keduanya untuk permainan (sia-2) .“ (Al Anbia’/21:16) ;

“Kepunyaan Allah tentara langit dan bumi , dan Allah MahaPerkasa , MahaBijaksana .“ (Al Fath /48:07) ;

“Kepunyaan-Nya (segala makhluk) yang ada di langit dan di bumi. Semuanya tunduk patuh kepada-Nya .“ (Ar Rum /30:26)

.

Dengan demikian jelas , bahwa manusia hanyalah salah satu makhluk Allah dari sekian juta species , atau sekian milyar , atau bahkan dari suatu jumlah yang tak masuk akal . Sangatlah tidak pantas , kalau manusia menyombongkan dirinya sebagai makhluk yang paling cerdas , paling pintar , paling utama , paling sempurna , dan ............ paling-paling yang lain . Justru akan lebih mulia , apabila kita bersimpuh di hadapan Sang Pencipta , Tuhan seru sekalian alam , menyatakan sebagai hamba yang hina dan penuh dosa , memohon ampunan dan pertolongan-Nya dalam menghadapi segala cobaan dan ujian hidup , dan senantiasa dijauhkan dari godaan syaitan yang terkutuk .


“ Ya Tuhan kami ! Kami telah menganiaya diri kami . Jika tiada Engkau ampuni kami dan rahmati kami , pastilah kami jadi orang yang merugi .“ (Al A’raf / 07:23) ;

“ Ya Tuhan kami ! Limpahilah kami kesabaran , dan ambillah nyawa kami dalam keadaan (iman dan) berserah diri .“ (Al A’raf / 07:126) ;

“ Engkaulah pelindung kami , maka ampunilah kami dan rahmatilah kami . Engkaulah se-baik-2 Pemberi ampun .“ (Al A’raf / 07:155)


Tuesday, November 17, 2009

Amazing pictures from our world.

Check out this SlideShare Presentation:

DO'A & DZIKIR


Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih , Maha Penyayang

Allah melalui Firman-2 Nya dalam Al Qur’an , telah memerin tahkan kepada hamba-2 Nya terutama kaum cendekiawan (Ulil albab) , agar selalu mengingat-Nya dengan merenungkan ayat-2 yang ada dalam Al Qur’an . Al Qur’an adalah wahyu Ilahi yang diturunkan kepada hamba dan utusan-Nya , Nabi Muhammad SAW, untuk diteruskan dan disosialisasikan kepada seluruh umat manusia. Al Qur’an berisi petunjuk dan bimbingan mengenai berbagai ilmu dan pengetahuan yang antara lain adalah ilmu Ketauhidan dan kewajiban menyembah kepada Allah SWT , peri kehidupan di dunia dengan sejarah serta contoh-2 kehidupan masa lalu , gambaran mengenai kehidupan akhirat (sesudah mati) , awal dan berakhirnya alam semesta , ajaran-2 moral mengenai akhlak yang mulia serta penyakit-2 hati yang harus ditinggalkan , penciptaan manusia , perjalanan ruang angkasa , makhluk-2 gaib yang berada dalam dimensi yang berbeda dengan dimensi manusia seperti malaikat , jin dan syaitan ; dan masih banyak lagi ilmu pengetahuan lainnya yang sebagian besar masih merupakan misteri yang belum bisa dipecahkan oleh akal manusia . Ilmu Tauhid mengajarkan tentang Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai Pencipta dan Pemilik kerajaan langit dan bumi (alam semesta) berikut segala yang ada didalam , diatas dan diantaranya . Merupakan kewajiban bagi seluruh makhluk ciptaan-Nya , termasuk manusia, untuk mensyukurinya dengan menyembah-Nya , menjalankan perintah-Nya serta meninggal kan larangan-Nya .
Merenungkan dan mempelajari ayat-2 Al Qur’an akan menjadi sumber inspirasi bagi manusia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dibidang apa saja , misalnya ilmu kedokteran , ilmu hukum dan tatanegara , ilmu politik , ilmu ekonomi , ilmu hayat , ilmu teknik , ilmu fisika , dll . Karenanya Al Qur’an bagi umat Islam merupakan Kitab Suci yang menjadi sumber informasi , sumber hukum , sumber ilmu dan sumber dari segala sumber . Apapun masalahnya umat Islam akan menjadikan Al Qur’an sebagai rujukan utama . Sehingga sangat tepatlah bila Tuhan memerintahkan umat-Nya untuk merenungkan ayat2 Allah SWT. kapan saja dan dimana saja . Dalam spektrum yang lebih luas , perintah ini tidak hanya terbatas pada ayat-2 yang tertulis didalam Kitab Al Qur’an saja , tapi termasuk juga ayat-2 yang tersebar luas dialam semesta .

Merenungkan bagaimana Allah SWT. menciptakan dan menurunkan hujan misalnya , tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan merenungkan surat Al Lahab . Merenungkan penciptaan dan hancurnya alam semesta serta bagaimana Allah SWT. menyuburkan kembali tanah yang sudah mati kekeringan , sama nilainya dengan merenungkan atau mempelajari ayat-2 dalam surat-2 Ad Dukhan , Al Buruj , Al Lail , Al Qiamah dan surat-2 lainnya . Ini semua bisa dikategorikan dalam amalan mengingat Allah SWT atau yang lebih dikenal sebagai Dzikrullah . Dengan demikian maka Dzikir adalah segala sesuatu yang dilakukan oleh setiap orang untuk memuja Allah SWT. baik dengan ucapan lisan maupun tindak perbuatan , ataupun berfikir tentang Allah SWT dengan segala macam ciptaan dan milik-Nya . Ber-dzikir akan membuat orang menjadi tenang , bertambah tebal keimanannya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan hatinya menjadi lembut .

“ Allah telah menurunkan pemberitahuan yang paling baik , (yaitu) Kitab (Al Qur’an) yang seragam (dalam bagian-2 nya) yang ber-ulang-2 . Gemetar karenanya kulit-2 mereka yang takut akan Tuhannya . Kemudian kulit dan hati mereka menjadi lembut karena dzikir memuji Allah . Demikianlah petunjuk Allah , di bimbing-Nya dengan (petunjuk) itu siapa yang Ia berkenan , tapi barang siapa yang dibiarkan-(Nya) sesat , tiada orang yang dapat membimbingnya .” (Az Zumar / 39:23)

Disamping kalimah Toyyibah seperti Subhanallah , Alhamdulillah , La ilaha illa-Allah dan Allahu-akbar , didalam Al Qur’an banyak sekali ayat-2 pujian terhadap Allah SWT. yang bisa kita ucapkan sebagai lafadz dzikir dan sekaligus meresapi makna yang terkandung didalamnya . Dzikir dapat dilakukan dengan berdiri , dengan duduk , atau dengan berbaring , dan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja , dalam keheningan malam ataupun didalam keramaian pasar pada siang hari bolong . Makin sering dan makin banyak , akan makin baik .


Dalam masyarakat modern yang cenderung materialstis pragmatis , banyak orang yang meragukan manfaat ber-dzikir .Lebih banyak orang yang tenggelam dalam kesibukan aktivitas duniawinya , sehingga merasa tak tersisa lagi waktu untuk berdzikir . Mereka mengira bahwa semua fenomena alam dapat ditafsirkan dan dikendalikan , karenanya tidak merasakan lagi kebutuhan terhadap nilai-2 filosofis dan methafisis . Kegagalan atau keberhasilan , se-mata-2 ter gantung pada rencana dan usahanya sendiri . Untuk mencapai keberhasilan dan kebahagiaan orang harus memiliki tekad yang besar dan berusaha mencapainya dengan segala kemampuan yang ia miliki . Kemampuan berpikir serta pengetahuan ilmiah dan teknologi yang dikuasainya akan sangat menentukan dan menuntunnya memperoleh keberhasilan yang di-cita-2-kannya . Bila ternyata gagal , itu karena kesalahannya sendiri . Demikian mereka berargumentasi . Bahkan kelompok yang lebih ekstrim menga takan bahwa sebenarnya manusialah yang paling berkuasa , dan Tuhan adalah manusia itu sendiri . Oleh karena itu mereka tidak merasakan perlunya ber-dzikir atau mengingat kepada Allah SWT .

Tentu saja paradigma tersebut bertolak belakang dengan pandangan orang yang beriman kepada Allah SWT. Orang beriman , menempatkan akal dan ratio dibawah keyakinan keber-agamaan mereka . Keyakinan terhadap kebenaran agama memiliki status yang sangat tinggi , jauh diatas kemampuan pemikiran yang rational sekalipun . Nash Al Qur’an adalah se-gala-2-nya . Ia merupakan kebenaran yang absolut meskipun berdasarkan pemikiran manusia yang normal masih terasa sebagai hal yang tampak mustakhil . Kepercaya an dalam agama Islam penuh diwarnai dengan keimanan terhadap yang gaib yang tidak terjangkau oleh akal sehat . Disini bukan ratio yang bicara , tapi sudah berada dalam alam methafisis . Salah satu bahasa dan cara pendekatan yang bisa di pakai adalah melalui ber-dzikir dan ber-do’a.Diluar ibadah-2 formal yang diwajibkan kepada umat Islam , seperti shalat , zakat , puasa dan haji ; ber-dzikir dan ber-do’a merupakan media komunikasi yang penting bagi orang beriman dalam rangka mendekatkan diri (taqarub) kepada Pencipta-Nya Yang Agung .

Nabi Muhammad SAW. adalah hamba dan utusan Allah yang sangat di muliakan , tidak perlu lagi diragukan kedekatannya dengan Khalik-nya Pencipta dan Pemilik alam semesta . Meskipun demikian beliau tidak pernah terputus (selalu) mengingat kepada Allah SWT. sepanjang waktu , siang dan malam . Hal ini diriwayatkan oleh isteri beliau Siti A’isyah r.a. dalam sebuah hadist riwayat Muslim , Abu Dawud dan Al Tirmidzi . Nabi Muhammad SAW. mengajarkan kepada umatnya dzikir dan do’a yang datang dari beliau sendiri dan yang dikutib dari Al Qur’anul Karim , agar mereka jangan sampai jauh dari Allah SWT.
Do’a disamping berfungsi sebagai dzikir mengingat kepada Allah SWT. , ia juga merupakan permohonan hamba kepada Tuhannya untuk berbagai macam keperluan . Mohon diampuni dosanya , mohon keselamatan dan kebaikan , mohon dijauhkan dari segala macam keburukan dan musibah , mohon karunia rizki dan kesehatan , mohon keimanan dan ketakwaan , mohon didekatkan terhadap sorga-Nya dan dijauhkan dari neraka-Nya , dan seribu satu macam permo honan lainnya . Tuhan berjanji bahwa Ia akan mengabulkan do’a hamba-2 Nya apabila mereka ber-do’a kepada-Nya . Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Al Tirmidzi , Abu Dawud , dan Ibnu Majah , dari Al Nu’man bin Basyir , disebutkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda :

Ad du’a-u hual ibadah , qola robbukum : “ud’uni astajib lakum .”
Do’a adalah ibadah . Tuhanmu berfirman : “ Ber-do’a-lah kepada-Ku , Aku akan mengabulkannya untukmu .”


Namun demikian tidak semua do’a dikabulkan secara instant, melainkan bervariasi sesuai dengan Kehendak Allah SWT. Ada yang dikabulkan tidak lama setelah do’a dipanjatkan , ada yang dikabulkan setelah beberapa waktu kemudian , ada yang dikabulkan setelah ber-tahun-2 , dan ada pula yang baru dikabulkan setelah orangnya meninggal dunia .
Do’a adalah suatu permohonan hamba Allah kepada Yang Maha Berkehendak , sehingga sepantasnyalah apabila do’a diajukan dengan tatacara yang santun dan penuh harapan , bukan dengan cara ber-teriak2 dan bernada memaksa . Dan do’a juga bukan jampi-2 dengan rumusan yang aneh-2 . Misalnya , apabila suatu do’a dibaca sekian puluh atau ratus kali dan di baca pada saat bulan purnama atau saat-2 tertentu , maka apa yang kita inginkan akan dikabulkan . Do’a juga bukan seperti resep masakan , apabila dibaca dengan cara tertentu , penyakit kita akan sembuh , usaha kita akan berhasil , anak kita akan lulus ujian dsb. dsb. Bukan begitu ! Do’a adalah se-mata-2 permohonan kita kepada Allah SWT. Segera dikabulkannya do’a kita tentunya sangat tergantung pada kondisi diri kita sendiri. Apakah ibadah kita sudah benar ? Apakah kita telah melaksanakan sholat , puasa , zakat , dan haji dengan baik ? Apakah hati kita sudah bersih dari segala macam penyakit hati dan syak prasangka ? Apakah kita telah menyakiti hati tetangga jauh atau tetangga dekat ? Dan daftar panjang dari “apakah-2” yang lain.
Dzikir dan ber-do’a adalah manifestasi ketakwaan hamba Allah SWT. kepada Khaliknya . Hanya orang yang banyak berdzikir dan ber-do’a , yang dijauhkan dari sifat pelupa karena setiap sa’at mereka selalu ingat kepada Allah SWT . , Tuhan seru sekalian alam , dan sebaliknya Tuhan-pun akan selalu ingat kepada mereka . Mereka juga termasuk orang yang banyak bersyukur , dan karenanya Tuhan-pun melimpah kan rahmat dan hidayah-Nya kepada mereka .

“ Shad - wal qur’ani dzi-dzikri.”
“ Shad ! Demi Al Qur’an yang mempunyai dzikir .”
(Shad /38:01)

“ Wa laqod yassarnal-qur’ani lidz-dzikri fahal min muddakir .”
“ Dan sungguh Kami telah memudahkan Al Qur’an untuk dzikir (mengingat) , tetapi adakah orang yang berdzikir (mengingat) ? (Al Qomar /54:17,22,32,40)

“ Fa dzakkir bil qur’ani man yakhofu wa’id .”
“ Maka dzikirlah (ingatkanlah) dengan Al Qur’an orang yang takut akan ancaman-Ku .” (Qaf / 50:45)

“ Fadz-kuruni adz-kurkum .”
“ Ingatlah kalian kepada-Ku sehingga Aku ingat kepada kalian . “ (Al Baqarah / 02:152)

“ Ya ayyuhal-ladzina amanudz-kuru-Allaha dzikran katsiran .”
“Wahai orang-2 beriman ! Dzikirlah (ingatlah) kepada Allah dengan dzikir(ingat) yang banyak !
(Al Ahzab /33:41)

“ Wadzkur robbaka fi nafsika tadhorru’an wa khifatan wa dunal-jahri minal-qawli bil ghuduw wi wal a-sholi wala takum-minal-ghofilin .”
“ Dzikirlah kepada Tuhanmu dengan penuh harap , dengan suara lembut dan tidak keras di pagi dan sore hari , dan janganlah termasuk orang yang lalai .”
(Al A’raf / 07:205)

“ Fadz-kuruni adzkurkum wasy-kuruli wa la tak furun .”
“ Ingatlah kepada-Ku , maka Aku akan ingat kepada kalian . Bersyukurlah kepada-Ku , dan jangan kufur !” (Al Baqarah / 02:152)

“ Al-ladzina amanu wa tathma-innu qulubuhum bi dzikrillahi , ala bi dzikrillahi tathma-innul qulub .”
“ Orang-2 yang beriman,hati mereka tenang dengan dzikir kepada Allah.Ketahuilah dengan dzikir kepada Allah hati akan menjadi tenang .”(Ar Ra’d /13:29)

“ Wa man-ya’syu ‘an dzikrir-rokhmani nuqoy yidh lahu syaitonan fahua lahu qorin .”
“ Kepada orang yang berpaling dari mengingat (Allah) Yang Maha Pengasih , Kami ikatkan syaitan sebagai pendampingnya . “ (Az Zukhruf /43:36)


Ber-dziikir dan berdo’a termasuk amalan ibadah untuk mendekatkan hamba Allah kepada Khalik (Pencipta)-nya . Dalam koridor keimanan dan ketakwaan , ia menempati status yang sangat tinggi , diluar ibadah utama yang memang telah di wajibkan kepada seluruh umat Islam . Dan sebagaimana amalan-2 shalih lainnya , nilainya akan menjadi lebih tinggi lagi apabila amalan-2 tersebut tidak ditampakkan secara terbuka dan dilakukannya secara diam-2 tersembunyi .
Menampakkan amal secara terbuka memang tidak dilarang sepanjang tidak diikuti tujuan-2 riya’ atau ujub , tapi melaksanakannya secara sembunyi-2 mempunyai nilai yang lebih tinggi . Dalam surat Al Baqarah ayat 274 disebutkan :

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan , maka mereka mendapat pahala di sisi Rabb-nya . Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati .”

Namun demikian pada ayat sebelumnya yakni surat Al Baqarah ayat 271,diterangkan bahwa menyembunyikan amal itu lebih baik dan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-2 hamba-Nya yang menyembunyikan amalannya .
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud , At Tirmidzi dan An Nasa’y yang berderajat shahih , dikatakan bahwa Rosulullah SAW. pernah bersabda :

“Orang yang menyaringkan bacaan Al Qur’an seperti orang yang menampakkan shodaqoh , dan orang yang menyembu nyikan bacaan Al Qur’an seperti orang yang menyembunyi kan shodaqoh .”

Atas Firman Allah yang berbunyi : “…..maka menyembunyikan itu lebih baik bagi kalian ..” , Ibnu Katsir menafsirkan bahwa disini terkandung dalil bahwa menyembunyikan shodaqoh (amal) lebih baik dari menampakkannya , karena hal itu lebih jauh dari riya’ , Kecuali apabila menampakkannya akan mendatangkan kemaslahatan yang lebih besar , misalnya agar orang-orang mengikuti jejaknya , sehingga menampak kannya akan lebih baik daripada menyembunyikannya . Seorang yang berpenampilan necis , bersih dan rapih , tapi memiliki hati yang tawadhu’ kepada Allah SWT dan jiwa yang bersih penuh dengan kepedulian sosial terhadap sesama , akan jauh lebih baik dari pada orang yang berpenampilan sangat sederhana cenderung lusuh , justru untuk menunjukkan bahwa dia orang yang sangat tawakal dan menjauhkan diri dari keduniawiaan , namun dibalik itu mempunyai hati yang culas , egois , dan tidak peduli terhadap sesama . Tidak jarang sifat riya’ dibungkus dalam kedok keshalihan palsu yang menyesatkan . Seorang yang perilakunya tampak sangat islami dan bicaranya sangat sopan teratur penuh dengan dalil-2 , fatwa dan nasihat , ternyata mempunyai tujuan-2 pribadi untuk meraih posisi yang terhormat didalam masyarakatnya . Kita tidak akan pernah tahu , bahkan Malaikat-pun tidak mempu nyai kemampuan untuk mendeteksi isi hati orang . Hanya Allah SWT. Yang Maha Tahu . Karenanya , kita harus ber-hati-2 dalam ber-amal . Jangan terbetik sekecil apapun dalam hati kita untuk riya’, karena itu akan menghancur leburkan pahala-2 amalan yang telah kita lakukan . Demikian pula dalam ber-dzikir dan ber-do’a , akan lebih baik apabila kita lakukan hal itu secara diam-2 dalam keheningan hati yang pasrah , tanpa seorangpun yang mengetahuinya . Biarlah itu menjadi urusan kita sendiri dengan Tuhan Yang Maha Mengetahui , Maha Bijaksana . Insya-Allah , kita akan memperoleh ridho dan karunia-Nya .

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfa’at dan mudah-mudahan Allah SWT.senantiasa dekat serta melimpahkan rahmat dan hidayahnya untuk kita semua . Amin , amin Ya Robbal ‘Alamin !

Apabila ada salah-salah kate atau tulisan yang kurang berkenan di hati para pembaca , kami mohon ma’af yang sebesar-besarnya . Wa billahit-taufik wal hidayah , was-salamualaikum warokhmatu-Allahi wa barokatuh .