Saturday, November 14, 2009

JANGAN BERLEBIH-LEBIHAN


Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang

Salah satu warisan Rasulullah Muhammmad SAW. kepada Umat Islam adalah Al-Qur’an al Karim . Al-Qur’an merupakan wahyu Allah yang diturunkan sedikit demi sedikit melalui Nabi Muhammad SAW. untuk ummatnya , sebagai petunjuk bagi orang yang bertakwa kepada Allah SWT. Pencatatannya pada awalnya dilakukan oleh para sahabat secara sendiri-2 dan terpisah-2 . Baru setelah wafatnya Rasulullah SAW, yakni pada masa pemerintahan Khulafa’ur Rasyidin , dilakukan pengumpulan data dari catatan-2 yang ter pisah-2 tersebut dalam satu kodifikasi atau Kitab yang kemudian dikenal sebagai musyhaf Usmani . Selanjutnya Musyhaf tersebut dijadikan Kitab Suci bagi umat Islam dengan nama Al-Qur’an al Karim . Kitab ini tdak saja harus dibaca tapi harus pula diamalkan oleh orang yang beriman kepada Allah SWT. Memang secara khusus orang harus belajar membaca Al-Qur’an , karena Al-Qur’an aslinya dituliskan dalam bahasa dan huruf Arab . Akan sangat baik , apabila orang tidak hanya belajar membacanya saja atau istilah populernya ‘ belajar mengaji ‘ tapi sekaligus juga mempelajari bahasa Arab , supaya dapat memahami arti dan maknanya . Namun demikian bagi kebanyakan orang , hal ini tidak mudah dan memerlukan waktu yang sangat panjang . Oleh karenanya , dengan maksud untuk membantu serta memudahkan orang dalam memahami Al-Qur’an , agar dapat pula mengamalkan , petunjuk dan pelajaran yang terkandung didalamnya , telah banyak ulama dan pakar agama Islam menerbitkan terjemahan dan tafsir Al-Qur’an . Misalnya tafsir Ibnu Katsir , Sayyid Qutb , Buya Hamka , Quraish Shihab dan lain-2 . Namun hampir semuanya dalam format yang tebal dan ber jilid-2 . Bagi mereka yang mempunyai banyak waktu atau memiliki interest khusus untuk mempelajarinya hal itu tidak menjadi persoalan . Dan memang sebagai umat Islam yang baik , seharusnya kita menyediakan waktu yang cukup dan mengem bangkan minat untuk mempelajarinya secara lengkap . Tapi bagi mereka yang punya kesibukan dalam pekerjaannya , atau sibuk dengan perjuangannya , atau yang selalu melakukan perjalan an , agak repot untuk menyediakan waktu yang cukup untuk membaca buku tafsir yang tebal-2 tersebut . Sehingga lebih banyak kita lihat , Kitab-2 tafsir yang tebal-2 tersebut , teronggok hanya sebagai hiasan lemari-2 buku saja .
Kalau demikian halnya , bagaimana mungkin kita akan bisa meng amalkan ajaran-2 Al-Qur’an dengan baik , kalau kita tidak mempunyai kesempatan untuk mengkajinya ? Sebagai umat Islam kita seharusnya mengusahakan dan menyempatkan diri untuk mempelajarinya . Meskipun diawali dengan satu ayat , kemudian sedikit demi sedikit dan mengambil bagian-2 yang mudah difahami terlebih dahulu , lama-2 , insya’ Allah , Tuhan akan membukakan pintu rahmah-Nya kepada kita semua . Amin ya Robbal Alamin . Allah sendiri telah berfirman dalam surat Al-Muzzammil ayat 20

“ ……….. Maka bacalah bagian-2 Al-Qur’an yang mudah bagimu , Ia tahu diantara kamu ada yang sakit , ada yang mengembara di muka bumi mencari karunia Allah , dan ada pula yang berperang di jalan Allah . Maka bacalah olehmu bagian-2 (Al-Qur’an) yang mudah (bagimu) ……” .

Dengan memahami secara baik petunjuk-2 serta ketentuan-2 yang ada dalam Al-Qur’an , diharapkan orang bisa mengamalkan nya dengan baik pula . Memang tidak semua ayat mudah dimengerti atau difahami . Sebagian ayat Al-Qur’an ada yang memerlukan ilmu dan pengetahuan khusus untuk bisa mengerti apa maksudnya . Ayat-2 yang seperti itu disebut ayat-2 mutashabihat . Karenanya apabila kita mengalami kesulitan dalam memahami satu ayat atau keterangan dalam Al-Qur’an , janganlah membuat penafsiran sendiri atau meng ira-2 apa maksudnya , tapi bertanyalah kepada ahlinya (ulama) . Baik menyangkut hal-2 yang berkaitan dengan masalah ibadah , maupun yang berkaitan dengan masalah muamalah .


Warisan Nabi Muhammad SAW. yang satu lagi adalah Sunnah Rasul . Sunnah adalah segala yang dilakukan dan tidak dilaku kan , segala yang diucapkan dan tidak diucapkan , dan segala yang disetujui dan yang tidak disetujui oleh Nabi Muhammad SAW. , selama hidupnya , khususnya setelah beliau diangkat sebagai Rasulullah . Sunnah Rasul bisa dipelajari dari kitab tarich atau riwayat hidup Rasulullah serta kitab-2 hadist , terutama yang berstatus shahih . Dan ini bisa kita temukan dalam kitab-2 Shahih Bukhori – Muslim , atau Abu dawud . Perlu diingat bahwa dalam mempelajari hadist kita harus ber hati-2 , karena sangat banyaknya hadist palsu atau dhoif yang beredar diantara kumpulan hadist-2 yang ada . Misalnya , Imam Bukhori yang terkenal sangat prudent dan ber hati-2 . Beliau hanya berani mengumpulkan hadist pilihannya yang dinilai shahih sebanyak kurang lebih 6000 hadist dari jumlah hadist yang beredar sebanyak kurang lebih 600 000 hadist .
Sunnah pada awalnya diceritakan secara lisan dari mulut ke mulut oleh para sahabat yang dekat dengan Nabi . Hal ini berjalan lama sekali . Dan dengan berjalannya waktu , apalagi setelah wafatnya Rasulullah SAW. dan sahabat-2 utama yang merupakan sumber informasi yang dapat diandalkan tentang Sunnah Rasul tersebut , sehingga banyak terjadi distorsi . Ditambah lagi dengan munculnya banyak sumber informasi yang kurang atau tidak dapat dipercaya . Dan kemudian banyak ber edar informasi-2 tentang Sunnah Rasul yang tidak benar , tidak bisa dipertanggung jawabkan , lemah , menjadi bahan pertentangan umat , dan bahkan banyak pula yang palsu . Hal tersebut tentu saja sangat memprihatinkan para ulama pada waktu itu . Sehingga karenanya , sejak kurang lebih 200 tahun (sejak wafatnya Rasulullah SAW.) , mulailah Sunnah Rasulullah tersebut dikumpulkan , diseleksi , disaring dan kemudian dituliskan oleh para ahli . Sunnah Rasul yang telah dituliskan tersebut kemudian disebut hadist .
Tuhan menjamin keaslian dan kemurnian kandungan Al-Qur’an sampai dengan hari Kiamat, tapi tidak demikian halnya dengan hadist . Namun demikian , tidak berarti kita tidak perlu lagi mempelajari hadist . Dalam rangka mendapatkan informasi mengenai Sunnah Rasul yang harus juga kita amalkan , tidak ada sumber lain kecuali kitab-2 hadist tersebut. Cuma saja kita harus ber hati-2 dan teliti dalam memilih dan mempelajarinya . Terutama harus dilihat keselarasannya dengan isi kandungan Al-Qur’an , tidak mengandung keanehan-2 yang tidak masuk akal , tidak wajar , dan bertentangan dengan akidah serta keimanan kita .
Memang banyak hal-2 dalam kehidupan kita yang tidak masuk akal kalau kalau kita hanya mengandalkan pada kemampuan akal kita yang terbatas dan pola berfikir kita sendiri . Namun apabila hal tersebut sudah merupakan ketentuan baku (nash) dalam Al-Qur’an , kita harus menerimanya dengan kacamata keimanan . Hal-2 yang bersifat metaphysic misalnya , seperti , penciptaan langit yang tujuh , Arasy tempat Allah bersemayam , keberadaan Malaikat dan lain-2 , akal sehat manusia tidak mampu menerima nya . Tapi sebagai hamba Allah yang beriman , nurani kita harus menerimanya sebagai suatu kebenaran yang absolut . Tidak perlu lagi diperdebatkan .
Karena itu , prasyarat utama bagi seorang mukmin dan mukminat adalah keharusan memilki kepercayaan dan keimanan terhadap : 1 . Allah yang Maha Esa , 2 . Malaikat - 2Nya , 3 . Rasul- 2Nya , 4 . Kitab- 2Nya , 5 . Hari Kiamat 6 . Qadho’ dan Qodar .

Banyak hal gaib dalam hidup ini , yang kita tidak bisa menangkap dengan pancaindera kita , tapi kita harus meng-imaninya karena sudah merupakan ketentuan baku (nash) dalam Al-Qur,an . Dan kita diperintahkan untuk menerimanya sebagai satu kebenaran yang mutlak . Memang hal ini tidak mudah . Tapi justru disinilah kita akan di uji dan di nilai seberapa besar keimanan kita dan seberapa tinggi kualitas ketakwaan kita terhadap Tuhan Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana . Orang yang paling baik disisi Allah SWT. adalah orang yang paling besar takwanya kepada-Nya . Dan ini pula yang membedakan ummat Islam dengan golongan-2 yang berfaham materialisme . Bagi mereka yang digunakan sebagai jargon adalah prinsip : “ seeing is believing “ . Mereka hanya percaya kepada apa yang bisa dilihatnya saja . Mereka lupa , bahwa mereka tidak bisa menyangkal adanya Roh dalam tubuh makhluk hidup, meskipun mereka sendiri tidak bisa melihatnya . Believe it or Not !


Sebagai seorang muslim , kita harus betul-2 menghayati bagaimana cara ber-agama Islam yang benar . Islam tidak pernah menyulitkan pemeluknya . Malahan melalui Al-Qur’an dan Sunnah Rasul , Islam mengajarkan kepada pemeluknya agar senantiasa menjadi umat pertengahan , artinya tidak ekstrim kekanan ataupun kekiri . Tidak memaksakan kehendak dan tidak menggunakan jalan kekerasan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapainya . Dalam menjalankan shalat misalnya , kita diajarkan jangan membaca bacaan shalat kita dengan suara keras , dan jangan pula perlahan , tapi ambillah jalan diantara keduanya . Dalam menghadapi musuh kita hanya disuruh memeranginya , apabila kita diserang terlebih dahulu atau diusir dari rumah atau kampung halaman kita . Dan apabila musuh kita menghenti kan serangannya , kitapun disuruh menghentikan permusuhan tersebut . Apabila kita dianiaya oleh musuh , kita hanya diperke nankan membalasnya sebagaimana musuh menganiaya kita , tidak lebih dari itu , dan apabila kita mema’afkannya itu akan lebih baik bagi kita .
Allah SWT.tidak suka kepada orang yang ber lebih-2an . Orang Islam tidak boleh ber lebih-2an dalam segala hal . Kalau kita makan , makanlah secukupnya , jangan ber lebih-2an . Kalau kita berpakaian , pakailah seperlunya sekedar untuk menutup aurat dan menjaga kesopanan , janganlah ber lebih-2an . Kalau kita senang pada sesuatu , ungkapkanlah dengan rasa kegembiraan yang wajar , tidak perlu ber lebih-2an . Demikian pula kalau kita tidak menyenangi (membenci) sesuatu , ungkapkanlah hal itu dengan cara yang baik , janganlah mencela atau mencaci maki orang yang tidak kita senangi (apalagi dengan cara ber lebih-2an) . Bahkan dalam beribadahpun kita tidak boleh ber lebih-2an .
Pernah suatu ketika , tiga sahabat Rasul menemui isteri nabi , Siti A’isah , bermaksud untuk bertanya mengenai cara ibadahnya Rasulullah SAW.. Setelah menerima penjelasan Siti A’isah mengenai bagaimana ibadahnya Rasulullah SAW. , ketiga sahabat tersebut merasa bahwa ibadah mereka sendiri belum ada apa-2nya , jika dibandingkan dengan ibadahnya Rasulullah SAW. Mereka berkata , “ Apabila Rasulullah yang telah dijamin akhiratnya oleh Allah SWT. beribadah seperti itu , apa artinya ibadah kita ini ? “ Maka kemudian mereka bertekad untuk “ menyempurnakan “ ibadahnya dengan cara , yang satu akan puasa terus menerus tanpa henti , yang satu akan shalat malam terus-2an tanpa tidur , dan yang satu lagi bertekad untuk tidak kawin seumur hidupnya . Setelah mendengar tekad dari ketiga sahabatnya tersebut , Rasulullah SAW.memanggil ketiganya . Dikatakan kepada mereka , bahwa rasulullah adalah orang yang paling takwa kepada Allah dan paling tahu tentang apa yang disenangi dan apa yang tidak disenangi oleh Allah . Meskipun begitu , Rasulullah SAW. berpuasa dan juga berbuka (tidak puasa) , Rasulullah SAW.shalat malam (shalatul lail) dan juga tidur , dan Rasulullah SAW. juga menikah dan berkeluarga . Allah SWT.tidak senang kepada orang yang ber lebih-2an dalam beribadah . Dan puasa sunnah yang paling baik menurut nabi adalah cara puasanya Nabi Daud , yakni sehari puasa dan sehari tidak puasa , berselang-seling , bukannya puasa terus menerus tanpa berbuka sama sekali . Dan umat Muhammad yang paling baik adalah mereka yang mengikuti sunnahnya .
Tapi dalam kenyataan , masih banyak orang Islam yang memaksa kan diri secara ber lebih-2an dalam menjalankan ibadahnya . Bahkan ada yang melakukan usaha mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-2 yang berat , yang akhirnya membuatnya mabuk kepayang dan merasa bahwa dirinya sudah menyatu dengan Allah . Merasa bahwa dirinya sudah sederajat dan lebur secara ilahiah . Kondisi tersebut disebut dengan istilah wahdatul wujud . Ajaran ini diusung oleh Ibnu Arabi dan para pengikutnya . Ada suatu kaum atau kelompok yang mengkul tuskan serta mendewakan pimpinan atau kyai-2nya . Mereka menganggap kiyainya adalah orang suci atau wali atau apalah namanya . Bahkan lebih suci dari seorang nabi . Golongan orang seperti ini , akan melakukan apa saja yang diperintahkan kyainya tersebut tanpa reserve , tidak perduli perintahnya melanggar hukum atau tidak . Ada pula golongan yang merasa paling benar sendiri , dan dengan enteng meng-kafirkan orang-2 islam lainnya yang tidak sealiran atau tidak sependapat dengan golongan mereka .
Pada waktu kaum Khawarij memberontak terhadap Khalifah Ali bin Abu Thalib , karena tidak setuju dengan kebijaksanaan Khalifah dalam menyelesaikan pertikaiannya dengan kelompok Mu’awiyah , mereka meng-kafirkan seluruh ummat islam diluar kelompok mereka (Khawarij) . Menghadapi keadaan yang demikian para pendukung Khalifah Ali mengusulkan kepada Khalifah , agar mereka (Khawarij) dianggap telah murtad dan kafir . Usulan ini dengan tegas ditolak oleh Khalifah Ali . “ Jangan ! “ , kata beliau , “ Mereka masih mengucapkan shahadat dan menja lankan shalat .“ Lalu oleh pendukung khalifah diusulkan lagi , kalau begitu mereka (Khawarij) termasuk golongan munafik . Inipun ditolak oleh Khalifah Ali , dan katanya ,“ Mereka masih banyak dzikirnya kepada Allah . Mereka masih tetap sebagai saudara-2 kita , hanya saja mereka sedang salah jalan . “

Banyak hal seperti itu kita temukan dalam Al-Qur’an .Kita jumpai banyak sekali petunjuk-2 bagaimana seharusnya kita menjalani hidup serta mengamalkan ibadah kita . Sehingga jelas bagi siapa pun yang memahami Al-Qur’an , bahwa ummat Islam adalah ummat pertengahan , ummat yang moderat , tdak ber lebih-2an dan sangat mencintai perdamaian . Kalau ada golongan tertentu yang menganggap bahwa Islam identik dengan ekstrimist atau terorist , itu adalah kesalah pahaman karena mereka tidak tahu apa itu Islam yang sebenarnya . Maka sangat perlu bagi ummat Islam untuk selalu menunjukan perilaku serta ke-suri tauladanan dalam hidup bermasyarakat . Sehingga orang akan melihat bahwa ummat Islam adalah ummat yang cinta kepada perdamaian dan persaudaraan .
Banyak kita jumpai ayat-2 dalam Al- Qur’an yang memuat janji Allah SWT , bahwa Ia akan memberi balasan pahala yang besar dan berlimpahan serta tempat kediaman di Sorga yang penuh dengan kenikmatan , bagi hamba-2Nya yang ber-iman kepada-Nya dan melakukan amal-2 kebaikan (amal shaleh) .
Iman yang bagaimana dan amal-2 kebaikan yang bagaimanakah yang harus dilakukan , agar kita bisa memperoleh karunia yang dijanjikan-Nya tersebut ?

Sudah betulkah cara beragama kita ? Atau masih adakah hal-2 yang masuk dalam kategori Khurafat (tahayul) , dan bid’ah dalam aktivitas hidup kita se hari-2 ?

Mudah-2an tulisan ini bermanfa’at bagi kita semua dan memperoleh ridho dari Allah Subhanahu wa Ta’ala . Amin !
Apabila yang kami sampaikan benar , kebenaran itu datangnya dari Allah SWT. Apabila yang kami sampaikan ternyata tidak benar , hal itu se mata-2 karena kebodohan dan kelalaian kami . Untuk itu kami mohon ma’af dan mudah-2an memperoleh pengampunan dari Allah SWT. Yang Maha Pengasih , Yang Maha Penyayang . Amin !

Semoga Allah SWT. senantiasa melimpahkan shalawat dan salam-Nya kepada nabi besar Muhammad SAW. , sanak keluarga , para sahabat dan handai taulannya . Dan mudah-2an , Allah SWT. berkenan pula menurunkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semuanya . Amin Ya Robbal Alamin !



No comments:

Post a Comment