Saturday, November 14, 2009

ISLAM MENEBAR KASIH SAYANG


Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayng

Dalam ajaran moral dan pendidikan akhlak , Allah SWT senantiasa mengingatkan hamba-2-Nya yang beriman untuk selalu berbuat kebaikan dan meninggalkan keburukan , menjaga kelestarian alam dan jangan melakukan kerusakan di bumi , selalu berkasih sayang dan melarang saling membenci , mencintai perdamaian dan meninggal kan permusuhan , segera mema’afkan kesalahan orang lain dan jangan mendendam , serta masih banyak lagi pelajaran-2 akhlak mulia yang lain. Orang Islam diperintahkan untuk melakukan kebaikan tidak saja kepada sesama muslim tapi kepada siapa saja meskipun mereka bukan dari golongan Islam . Kita diperintah berbuat kebaikan tidak hanya kepada orang yang berbuat baik kepada kita saja . Kepada orang yang berbuat jahat-pun kita dianjurkan untuk membalasnya dengan kebaikan , bukan balas dendam ataupun perbuatan keji dalam format yang lain . Allah SWT mencintai orang-2 yang berbuat baik , dan sesungguhnya kebaikan itu berasal dari Allah SWT . Sifat-2 yang baik hanya diberikan kepada orang yang sabar dan orang yang mempunyai keberuntungan yang besar . Allah SWT memerintahkan kepada hamba-2-Nya untuk berbuat adil , melakukan kebaikan dan dermawan terhadap kerabatnya . Tuhan melarang hamba-2-Nya berbuat keji , kemungkaran , dan melakukan penindas an . Tuhan juga menganjurkan agar kita menolak kejahatan dengan berbuat kebaikan . Dengan demikian orang akan menjadi malu hati dan merobah sikapnya menjadi lebih baik dan lebih bersahabat seperti layaknya keluarga dekat . Syaitan tidak pernah bosan-2 nya membisikkan kepada manusia agar melakukan kejahatan dan keburukan . Jadi orang yang senang berbuat keburukan atau kejahat an , pada hakekatnya adalah sahabatnya syaitan . Karena itu , tinggalkanlah keburukan ! Sesungguhnya , syaitan adalah se-buruk-2 teman .
Allah SWT menciptakan rasa cinta dan kasih sayang di antara hamba-2-nya . Suami mencintai isterinya , isteri menyayangi suaminya , orang tua menyayangi anak-2-nya , anak-2 mencintai dan meng hormati orang tuanya . Cinta dan kasih sayang juga tumbuh diantara sanak saudara , kerabat , tetangga dekat , tetangga jauh , sesama umat Islam , dan bahkan antar umat beragama yang lain . Di antara sifat yang mulia dari Allah SWT adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang . Maka Tuhan-pun sangat mencintai hamba-2-Nya yang memliki rasa cinta dan kasih sayang terhadap sesama makhluknya . Baik di antara manusia sendiri maupun dengan makhluk-Nya yang lain . Bahkan dalam suatu riwayat yang sangat ekstrim diceritakan bahwa ada seorang wanita shalihah yang dimasukkan ke dalam neraka hanya gara-2 ia suka menyiksa kucingnya . Terlepas dari benar tidaknya riwayat tersebut , kisah tersebut boleh jadi dimaksudkan sebagai cerita kiasan untuk menekankan betapa Allah SWT tidak menyukai orang yang kejam dan tidak memiliki rasa cinta meskipun hanya terhadap binatang sekalipun , karena mereka itu-pun makhluk Tuhan .
Kita diajarkan untuk tidak menjadi seorang pendendam tetapi menjadi seorang pema’af . Betapapun besar kesalahan atau kejahatan orang terhadap kita , apabila ia sadar dan minta ma’af , kita harus segera mema’afkannya tanpa membebaninya dengan syarat apapun . Sifat pema’af , akan menghilangkan sikap permu suhan orang terhadap kita , melembutkan hatinya , dan merobah sikapnya dari seorang musuh menjadi seorang sahabat . Bahkan Allah SWT bersabda bahwa perkataan yang baik dan pemberian ma’af (ampunan) adalah lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan omelan atau cacian . Tidak ada balasan bagi seorang pema’af kecuali pahala dan sorga Allah SWT. , yang luasnya seluas langit dan bumi .
Dari uraian-2 tersebut diatas jelas bahwa umat Islam diajarkan bagaimana menjadi umat yang mencintai perdamaian , bukan umat yang gemar berbuat kerusakan dan mengobarkan peperangan . Permusuhan dan/atau peperangan pada hakekatnya adalah perwujudan dari pengaruh ajaran iblis yang sudah sejak dari zaman penciptaan Adam AS , memendam dendam kesumat kepada umat manusia . Oleh karena menolak perintah Allah SWT untuk sujud kepada Adam AS , Tuhan telah mengutuk iblis menjadi penghuni neraka , kelak pada waktu yang telah ditetapkan . Sejak itu iblis bertekad untuk menyesatkan semua anak cucu Nabi Adam AS agar mengikuti jejaknya melakukan kerusakan , kemaksiatan , kebrutalan , kekejaman , dan segala macam bentuk keingkaran terhadap Allah SWT berikut perintah dan larangan-Nya . Tujuan utamanya adalah agar sebagian besar anak cucu Adam AS , akan menemaninya nanti di dalam neraka . Allah SWT memperkenankan keinginan iblis tersebut , kecuali terhadap orang-2 yang beriman dan beramal shalih , karena mereka adalah hamba-2 Allah SWT. yang berada dalam lindungan-Nya . Dengan demikian maka orang-2 yang suka berperang tanpa landasan yang syar’i dan se mata-2 karena haus darah adalah pengikut-2 syaitan . Mereka bukanlah termasuk dalam golongan hamba Allah SWT. yang beriman dan beramal shalih .


APAKAH ISLAM AGAMA TERORIS ?

Islam adalah agama yang gandrung pada perdamaian dan anti kekerasan . Lalu bagaimana dengan kelompok garis keras dikalangan umat Islam yang oleh sementara mass media Barat dianggap sebagai teroris ? Kita tidak bisa menafikan hal itu , karena dalam kenyataan memang ada kelompok-2 yang mengambil jalan kekerasan untuk memperjuangkan tuntutannya . Namun harus dibedakan mana yang termasuk teroris mana kelompok fundamentalis . Kaum Islam funda mentalis adalah kelompok Islam yang berpegang teguh pada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah Rasul . Pada umumnya mereka menggunakan upaya maksimal untuk menegakkan syariat Islam bagi para pemeluknya , yang tidak jarang terpaksa harus berbenturan dengan kepentingan pemerintahan sekuler atau golongan-2 lain yang tidak sealiran . Dalam penampilan , mereka sering tampak menggunakan atribut-2 yang diyakini sesuai dengan perintah Al-Qur’an atau Sunnah Rasul , seperti memelihara jenggot , mengenakan jubah , memakai sorban , jilbab , cadar , dsb . Selama tidak diusik atau diganggu aktivitasnya , mereka tetap menjaga cara-2 yang sejuk dan damai dalam memperjuangkan aspirasinya . Namun apabila kelompok mereka atau umat Islam pada umumnya , diganggu atau diperlaku kan tidak adil dan dholim , mereka tidak segan-2 mengangkat senjata untuk mempertahankan kehormatan serta eksistensi umat atau kelompoknya . Tak dapat dipungkiri , mereka memang fundamentalis , tapi jelas bukan kelompok teroris . Kelompok fundamentalis tidak hanya ada dikalangan umat Islam saja . Didalam agama lain-pun seperti Kristen , Yahudi , Hindu , Budha , dll , terdapat juga kelompok-2 fundamentalisnya . Kategori teroris tentunya sangat berbeda kriteria dan parameternya . Kaum teroris adalah kelompok yang meng halalkan segala macam cara untuk melakukan penekanan atau memperjuangkan tuntutannya . Metode yang sering dipakai adalah penggunaan cara kekerasan . Untuk mencapai tujuannya , mereka tidak peduli berapapun harta benda maupun nyawa yang akan menjadi korbannya . Motivasinya-pun macam-2 , bisa politik , per juangan kemerdekaan , pemerasan , persaingan bisnis , kriminalitas , dan lain-2 , tidak selalu terkait dengan kepentingan agama . Dalam pemberitaan mass media Barat , mereka sering memberikan penilaian yang tidak fair dan cenderung sangat diskriminative terhadap umat Islam . Mengapa kelompok fundamentalis Islam selalu dianggap identik dengan teroris , sementara kelompok fundamentalis agama-2 lain jarang , kalau tidak boleh dikatakan tidak pernah , disebut sebagai teroris . Misalnya , bagaimana brutalnya kaum fundamentalis Hindu di India menghancurkan mesjid Barbi , karena mereka mempunyai keyakinan bahwa tempat dimana berdiri mesjid Barbi tersebut dulunya adalah tempat kelahiran salah satu dewanya , Batara Krisna . Mass media Barat tidak banyak memberitakan peristiwa tersebut , apalagi menganggapnya sebagai bentuk terorisme . Demikian juga , bagaimana pembantaian kaum Muslimin Bosnia oleh kelompok garis keras Serbia . Apakah itu tidak terrmasuk dalam kategori terorisme kaum Khatolik ? Didalam kalangan umat Islam sendiri memang ada kelompok teroris . Kebanyakan mereka adalah kelompok-2 kecil yang menafsirkan ajaran Islam secara ekstrim dan ber-lebih-2-an . Apakah dengan adanya kelompok ekstrimis yang jumlahnya-pun tidak banyak itu , bisa dijadikan satu stigma bahwa kaum fundamentalis Islam sama dengan teroris , atau lebih luas lagi bahwa agama Islam adalah agama teroris ? Menurut kami , justru orang yang menuduh demikian adalah biangnya teroris . Bagaimana tidak ? Mereka telah menteror mentalitas umat Islam dengan cara yang keji dan sangat provokative , sehingga orang yang tadinya berpandangan moderatpun bisa terprovokasi menjadi sedikit ekstrim . Kebijaksanaan Amerika Serikat yang dengan alasan memerangi terorisme , justru melakukan teror yang jauh lebih kejam dan brutal , menghancurkan negara Afghanistan dan Irak , menjadikan orang-2 Islam moderat yang tadinya masih bersahabat dengan Amerika-pun berobah menjadi sangat membencinya .

Pada waktu terjadi perang saudara antara pengikut Khalifah Ali bin Abi Thalib r.a. dan pengikut Muawiyah , pasukan Ali berhasil mendesak dan memojokkan pasukan Muawiyah . Melihat pasukannya sudah berantakan hampir kalah , Muawiyah memerintahkan panglimanya Amr bin Ash agar mengusulkan perundingan kepada pihak lawan . Khalifah Ali yang senantiasa berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah Rasul setuju untuk berunding , karena beliau memang lebih mencintai perdamaian dari pada peperangan , apalagi dengan saudara-2 seiman . Dalam perundingan tersebut , Muawiyah dan Amr bin Ash yang bertindak sebagai juru rundingnya , telah menggunakan siasat negosiasi yang sangat licik . Sementara pihak Khalifah Ali diwakili oleh Abu Musa sebagai juru rundingnya . Sayangnya , Abu Musa orangnya terlalu polos , lugu dan cenderung lemah dalam ilmu siasat, sehingga hasil perundingan tersebut sangat menguntungkan pihak Muawiyah . Dan tentu saja kepentingan Khalifah Ali sangat dirugikan karenanya . Namun demikian karena memiliki kepribadian yang agung dan selalu menempatkan kejujuran di atas se-gala-2-nya , Khalifah Ali menganggap persetujuan dalam perundingan tersebut sebagai Gentlemen Agreement dan telah mengikat kedua belah pihak . Karenanya Khalifah Ali dengan ikhlas menerimanya , meskipun beliau mafhum bahwa ia telah dicurangi . Tapi tidak demikian halnya dengan salah satu kelompok yang tergabung dalam pasukan Khalifah Ali . Mereka tidak puas dan menganggap Khalifah Ali lemah dan telah bertindak bodoh karena mau saja ditipu oleh pihak Muawiyah . Akhirnya mereka memberontak dan memisahkan diri dari pasukan Khalifah Ali , dan menamakan kelompoknya kaum Khawarij . Dan inilah kelompok ekstrimis didalam kalangan umat Islam yang pertama sejak wafatnya Rasulullah SAW . Mereka melanjutkan perjuangannya , tidak saja melawan pasukan Muawiyah tapi juga melawan pasukan Khalifah Ali sendiri , dan mereka mengkafirkan semua umat Islam diluar kelompok mereka sendiri . Sahabat-2 pengikut setia Khalifah Ali menja di sangat geram . Mereka kemudian mengambil sikap dan mengusul kan kepada Khalifah agar menganggap kelompok Khawarij telah murtad dan kafir . Usulan ini ditolak oleh Khalifah dan berkata , “ Jangan demikian ! Mereka masih mengucapkan dua kalimah shahadat dan masih mengerjakan shalat .“ Kemudian para sahabat kembali mengusulkan kepada Khalifah agar menetapkan kelompok Khawarij sebagai kaum munafiq . Dan usulan inipun ditolak dengan tegas oleh Khalifah Ali dan dikatakannya bahwa mereka masih banyak dzikirnya dan kuat ibadahnya . Lebih lanjut Khalifah berkata , “ Mereka masih tetap saudara-2 kita , hanya saja mereka sedang salah jalan ! “
Itulah contoh seorang hamba Allah yang beriman , selalu gandrung kepada perdamaian meskipun tahu pihak lawan mencuranginya , dan senantiasa memelihara persaudaraan meskipun memaklumi orang lain melakukan kedholiman terhadapnya . Dan demikian pula seharusnya sikap umat Islam dalam berinteraksi dengan masyarakat luas , baik didalam kalangan umat Islam sendiri maupun dengan komunitas agama lain . Apabila tidak ada gangguan yang sangat serius , seyogyanya umat Islam selalu berusaha untuk memelihara perdamaian , persaudaraan , dan toleransi beragama dalam keadaan yang bagaimanapun sulitnya .

“Dan teguhlah sekaliannya berpegang kepada tali Allah . Janganlah berpecah belah antara kamu , dan ingatlah nikmat Allah kepadamu , ketika kamu saling bermusuhan , lalu Ia padukan hati-2-mu , sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara . Kamu berada ditepi jurang api (neraka) , dan Ia selamatkan kamu daripada nya . demikian Allah menerangkan kepadamu ayat-2-Nya ,supaya kamu beroleh bimbingan .” (Ali Imran / 03:103)

“Dan jika dua golongan orang beriman bertengkar , damaikanlah mereka . Tapi jika salah satu dari kedua (golongan) berlaku aniaya terhadap yang lain , maka perangilah golongan (yang aniaya) , sampai kembali kepada perintah Allah . Tapi jika ia telah kembali , damaikanlah keduanya dengan adil , dan bertindaklah benar . Sungguh , Allah cintakan orang yang berlaku adil . # Sungguh , orang mukmin hanya satu dalam persaudaraan . Maka damaikanlah kedua saudaramu , dan takwalah kepada Allah , supaya kamu beroleh rahmat.“ (Al Hujurat/49:09-10)

Muslim yang baik seharusnya menghayati bagaimana cara beragama Islam yang benar . Islam tidak pernah menyulitkan pemeluknya dan tidak pernah mengajarkan untuk mengganggu atau merepotkan pemeluk agama lain . Tuhan melalui Al-Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya mengajarkan agar umat Islam menjadi umat pertengahan , tidak ekstrim kekanan ataupun kekiri . Tidak memaksakan kehendak atau menggunakan jalan kekerasan dalam mencapai tujuan yang hendak diraihnya . Dalam beribadah-pun umat Islam diminta agar tidak ber-lebih-2-an atau mengganggu umat yang lain . Jadilah umat yang moderat yang bisa menghargai perbedaan pendapat atau per bedaan keyakinan . Dan janganlah menghina agama lain , meskipun kita meyakini bahwa agama Islam adalah agama yang paling benar . Dengan sikap keber-agamaan seperti itu , kehadiran kita akan sangat menyejukkan dan lebih terasa sebagai rahmat bagi semua orang dari pada sebagai kelompok teroris yang menjadi musuh dunia .

“ Hai orang beriman ! Janganlah haramkan yang baik-2 yang dihalalkan Allah bagimu . Dan jangan ber-lebih-2-an . Sungguh , Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas .”
(Al Maidah / 05:87)

“ Dan jangan nistakan sembahan , yang mereka seru selain Allah , supaya jangan mereka menista Allah , karena benci tanpa pengetahuan …..” (Al An’am / 06:108)



No comments:

Post a Comment